“Bukan aku, ya Tuhan?”

27 10 2008

Refleksi Markus 14:12-21 

“Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” (Mrk. 9:24)

 

Berikanku hatimu ya Tuhan, yang rela mengkoreksi setiap kelemahan dan kekurangan yang ada dalam diriku agar terbukti aku setia di mata-Mu

 

 

Tembok Raksasa Cina merupakan salah satu dari keajaiban dunia yang sangat mengagumkan.  Tembok ini memiliki tinggi 30 kaki, tebal 18 kali dan panjang lebih dari 1.500 mil!  Tujuan utama dibangunnya tembok raksasa ini adalah untuk melindungi penduduk dari serangan kelompok-kelompok barbar.  Diharapkan tembok ini dapat memberikan perlindungan yang tidak dapat dikalahkan: terlalu tinggi untuk dipanjat, terlalu tebal untuk dihancurkan dan terlalu jauh untuk dapat dikitari.  Namun ironisnya selama 100 tahun pertama setelah berdirinya tembok besar ini, negara Cina telah berhasil ditaklukkan sebanyak tiga kali.

Apakah itu salah tembok ini? Tidak, sebab tiga kemenangan kelompok barbar bukan karena mereka berhasil memanjat, meruntuhkan atau mengitari tembok tersebut; namun karena mereka berhasil menyuap penjaga gerbang dan dengan lenggang kangkung berhasil masuk lewat pintu gerbang utama!!

Pengkhianatan merupakan hal yang paling pahit dan mengerikan.  Tidak ada kejahatan yang lebih besar daripada penghianatan.

Dalam teks hari ini kita dapat memperhatikan Yudas seorang murid Tuhan yang menghianati Yesus.  Dalam beberapa penyelidikan ditemukan bahwa kemungkinan besar pada perjamuan malam, Yudas duduk persis di sisi Tuhan (orang di sisi Tuhan yang lain adalah Yohanes [bdk. Yoh. 13:23]).  Pendapat ini dapat dibuktikan dari beberapa hal: pertama, Yudas mencelup roti ke dalam pinggan yang sama dengan pinggan Tuhan (14:20; Mat. 26:23; Yoh. 13:26); kedua, ucapan Yesus tentang penghianatan Yudas kemungkinan hanya didengar Yudas (Mat. 26:25); ketiga, tugas yang penting dari Yudas menyebabkan murid-murid tidak mengira bahwa Yudaslah sang penghianat (Yoh. 13:28-29).  Dalam tradisi Yahudi, posisi duduk seperti Yudas adalah posisi duduk yang paling terhormat, karena ia duduk langsung berdekatan dengan tuan rumah!  Tetapi ironisnya, penghargaan besar yang diberikan Tuhan kepada dirinya justru diresponi dengan penghianatan!  Apalagi kalau kita memperhatikan budaya saat itu – di mana makan bersama menandakan tanda persahabatan dan persaudaraan – maka tindakan Yudas adalah tindakan yang sangat keji dan tercela, sebab ia menghancurkan tanda kasih dari Yesus yang menerimanya sebagai saudara dan sahabat.

Apakah hanya Yudas yang berkhianat? Tidak! Petrus juga berhianat melalui penyangkalannya sebanyak tiga kali (14:29-30).  Tapi apakah hanya Yudas dan Petrus? Tidak! Semua murid-murid pun berhianat dan meninggalkan Tuhan tatkala maut menjemputnya (bdk. bualan murid-murid dalam 14:31b dan respon mereka dalam 14:50).  Ini makin dipertegas dengan repons mereka: “Bukan aku, ya Tuhan?”  Kalimat ini seolah-olah berbicara bahwa setiap mereka sadar bahwa jauh di dalam hati mereka yang terdalam, mereka sedang menghinati Tuhan.  Mengapa mereka berhianat?Ya, bisa jadi mereka tidak mencintai Tuhan dengan sungguh-sungguh.  Apalagi kalau kita perhatikan konteks pembicaraan mereka saat itu.  Di tengah-tengah masa menjelang kematian Tuhan, mereka justru sibuk bicara soal siapa yang terbesar dan terhebat (Luk. 22:24-27).  Keegoisan masih bertahta di dalam sanubari mereka.  Mereka memandang pelayanan tidak lebih sebagai ajang cari popularitas, prestise, kemewahan dan kemashyuran.  Mereka menolak untuk turut menderita dan bayar harga demi Kristus! Janji-janji mereka adalah bualan kosong dan palsu sebelum Tuhan sendiri yang mengubahkan mereka.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: